Rabu, 21 September 2011

tampar aku!

tampar aku Tuhan ...
hampir saja si bosan berhasil membuatku terjatuh.
diajaknya ke kota jenuh dan semua berbagai merek jenuh.
ditawarkan ciumannya, ditawarkan tubuhnya, ditawarkan kehangatan pagi siang dan malam.
terperanjat aku kemudian menyadarinya

hiruk pikuknya membuat aku risih.
hingar bingarnya membuat aku diam.

kemudian aku bangkit kemudian aku bergegas ke desa setia.
dan tinggal disana untuk sementara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar